Pendidikan merupakan proses
pembelajaran yang mana mengupayakan
pentrasferan ilmu dari seorang guru kepada para siswa didiknya. Semenjak
gaagasan dari Bapak presiden SBY dan
dilaksanakan sepenuhnya dibawah kementrian Pendidikan, perubahan kemajuan tahap
demi tahap di bisang pendidikan senantiasa di upayakan. Pendidikan yang dulunya
kurang menjadi perhatian kini mulai di minati, terbukti dengan meledaknya
jumlah mahasiswa yang lebih memilih untuk mengambil jurusan keguruan karena dinilai
memiliki pendapatan finansial yang lebih mapan. Selain itu, revolusi pendidikan
indonesia terutama sistem pengajaran dan pembelajaran mulai diwujudkan dengan
berbagai perubahan sistem dan manajemen dalam penerapannya.
Revolusi sebenarnya bermakna perubahan
yang mendasar disuatu bidang. Kata ini tentu saja hampir mirip maknanya dengan
kata evolusi. Perbedaan antara revolusi dan evolusi yakni revolusi berubah
dengan lebih cepat. Lebih cepat disini bukan berarti dalam jangaukan menit atau
jam, tetapi dalam kurun waktu beberapa tahun hingga beberapa puluh tahun.
Sedangkan istilah evolusi dimaknai
perubahan hingga ribuan tahun bahkan jutaan tahun. Misalnya dalam istilah
biologi evolusi manusia purba dari pithecanthropus
Erectus menjadi manusia sesungguhnya (dalam hal ini penulis hanya memberi
contoh istilah, bukan bermaksud membenarkan dengan teori Darwin ini).
Sedangkan istilah revolusi lebih
sering didengar dalam sejarah manusia yang sumbernya lebih bisa dipercaya. Misalnya revolusi diInggris
dan revolusi di Amerika yang kemudian diikuti oleh negara-negara disekitarnya.
Revolusi ini konon terjadi semenjak ditemukannya mesin uap yang notebene menjadi awalnya pencetusan penemuan teknologi
yang mana memiliki fungsi sebagai alat yang mempermudah urusan manusia.
Semenjak itu, banyak orang di negara sekitar berlomba-lomba untuk menemukan
alat-alat teknologi canggih, mulai dari telepon, radio, televisi, mobil, kendraan bermotor,
mesin-mesin, teknologi nuklir bahkan komputer yang merubah kehidupan masyarakat
disekitarnya secara drastis. Penemuan-penemuan ini tentu saja mempengaruhi
kemajuan bangsanya. Walaupun pernah kemudian persaingan antar negara berakhir
dengan perperangan untuk menunjukkan seberapa besar kekuatan dan kecerdasan
orang-orang di negara masing-masing, namun pada akhirnya semua pihak sadar
bahwa dampak dari perperangan menyabkan terenggutnya nyawa banyak jiwa manusia
dan kerusakan bangunan bahkan lingkungan akibat pengrusakan selama perperangan.
Zaman sekarang sudah tidak zaman
lagi adu kekuatan dalam perperangan. Walaupun masih ada segelintir negara yang
masih bersiteru. Namun, banyak negara lain lebih memutuskan untuk menjalin
perdamaian dengan alasan kemanusiaan dan rindunya akan ketentraman. Namun bukan
berarti antar negara bebas dari persaingan. Persaingan adu ‘otak’ mulai gencar
didunia. Persaingan ini bukan mengenai kalah atau menang, tetapi seberapa hebat
sebuah negara memajukkan dirinya. Walaupun pada dasarnya negara itu
dikendalikan oleh seorang pemimpin yang dianggap paling berkuasa, tetapi tetap
saja sumber daya manusia yang ada dinegara tersebutlah yang akan menentukan apakah
negara itu akan maju, stagnan atau malah mundur.
Sumber daya manusia lagi-lagi
disebut sebagai yang menentukan kemajuan
bangsa. Tetapi bagaimana cara meningkatkan sumber daya manusia terutama manusia
dalam jumlah yang banyak di sebuah negara? Jawabannya pasti semua orang sepakat
yakni PENDIDIKAN.
Pendidikan merupakan penyaluran
ilmu dari beberapa orang guru yang terdiri dari beberapa bidang atau mata
pelajaran kepada para muridnya. Dengan demikian, diharapkan para murid
menguasai berbagai ilmu yang disalurkan oleh guru mereka sekaligus. Misalnya
seorang guru fisika ahli dalam bidang fisika, kemudian guru kimia ahli dalam
bidang kimia, guru ekonomi mahir dalam ilmu ekonomi, dan para guru lain ahli
dalam bidangnya masing-masing, sehingga para murid yang belajar dari para guru
tersebut diharapkan nantinya akan ahli dalam bidang fisika, kimia, biologi,
matematika, ekonomi, geografi, sejarah dan ilmu lainnya sekaligus. Nah, dengan
begini kualitas sumber daya manusia menjadi lebih terangkat, karena satu orang
saja memahami berbagai cabang ilmu.
Namun sayangnya, proses
pendalaman berbagai bidang ilmu itu memerlukan waktu yang lama. Bisa dikatakan sangat
sulit sekali bagi semua siswa untuk mendalami semua bidang ilmu, karena para
siswa akan memasuki kehidupan dimana dituntut untuk produktif (diusia sekitar
angka 20 puluhan). Lagipula, pada usia ini, seseorang sudah mulai berpikir
tentang masa depan seperti membangun keluarga dan mencari nafkah. Banyak juga
alumni siswa SMA yang tidak melanjutkan pendidikan yang lebih khusus di
universitas atas dasar kebutuhan untuk membantu orang tua mencari nafkah. Inilah
yang menjadi persoalan yang wajib dipecahkan dalam revolusi pendidikan
selanjutnya.
Selanjutnya, seperti yang
diketahui bahwa cita-cita bangsa Indonesia sejak dahulu adalah menjadikan
negara sejahtera, aman dan tentram. Kata ‘sejahtera’ dekat maknanya dengan
perekonomian yang baik. Sedangkan ‘aman dan tentram’ lebih dekat maknanya
dengan rendahnya angka kriminalitas disuatu wilayah tersebut. Walaupun banyak
pendapat ahli yang mengatakan bahwa kriminalitas memilki hubungan yang erat
terhadap kemiskinan (karena miskin terpaksa berbuat kejahatan kriminal seperti
mencuri, merampok dll), itu berarti bahwa kesejahteraan juga mempengaruhi
keamanan dan ketentraman.
Sekarang mari kita lihat sebuah negara
yang dinobatkan sebagai negara yang paling rendah angka kriminalitasnya, yaitu
negara Finlandia (terletak di Eropa Utara). Negara ini ternyata juga memiliki
angka kualitas pendidikan yang termasuk salah satu terbaik dunia. Negara ini juga termasuk dalam 10 besar
negara paling sejahtera di dunia. Ini menujukkan bukti bahwa kualitas pendidikan
memiliki peranan yang kuat terhadap kesejahteraan dan keamanan negrinya.
Namun, banyak kalangan skeptis
yang mengatakan negara Finlandia dan negara lainnya (negara maju lainnya
seperti singapura, jepang, korea, german, swedia, UK dan negara maju lainnya ) menjadi
negara yang bisa maju karena jumlah penduduknya yang lebih sedikit (penduduk
Finlandia sekitar 5 juta jiwa) dan wilayahnya yang lebih sempit ( jika
dibandingakan dengan Indonesia). Namun,
kalangan skeptis menilai hal itu wajar karena jika dibandingkan dengan jumlah
penduduk saja antara Indonesia dan Finlandia adalah 1:50 (jumlah penduduk
Indonesia sekitar 250 juta jiwa).
Anggapan ini sebenarnya tidak
bisa dijadikan landasan, karena Amerika Serikat juga memiliki penduduk yang
banyak (lebih dari 300 juta jiwa) dan wilayah yang luas dari Indonesia, namun
masih mampu membawa negaranya sebagai salah satu negara yang termaju didunia. Bahkan RRC
yang memiliki penduduk terbanyak didunia (sekitar 1,3 milyar jiwa), juga
hampir mendapat peringkat sebagai salah satu negara yang maju didunia.
Padahal, jumlah penduduk Cina 5 kali
jauh lebih banyak dari penduduk Indonesia. Malahan, banyak negara paling miskin
dan terbelakang di dunia memiliki jumlah penduduk dan wilayah yang lebih kecil
jika dibandingkan Indonesia.
Jadi, sebenarnya apa yang
mempengaruhi kemajuan suatu negara? Jawaban yang paling tepat tentu saja sumber
daya manusia. Lalu, bagaimana seharusnya negara berupaya untuk meningkatkan sumber
daya manusianya? Jawabannya tentu saja Pendidikan. Lagi-lagi pendidikan menjadi
pondasi untuk mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia menuju sejahtera, aman dan
tentram. Alasan mengapa sebuah negara harus menjadi negara aman dan tentram
tentu saja karena alasan terhadap anggapan bahwa tiada gunanya rakyat sejahtera
dengan harta yang berlimpah, namun merasa tidak tentram dan aman karena
tingginya kriminalitas, setiap hari rakyat akan ketakutan untuk hidup
dilingkungan masyarakat. Maka inilah yang menjadi tugas terberat dalam
pendidikan Indonesia yaitu bagaimana menciptakan masyakat yang memiliki SDM
berkualitas namun tetap menjunjung nilai keamanan dan ketentraman negaranya. Selain
itu, pendidikan juga diharapkan mampu menanamkan nilai karakter baik dalam setiap
alam pikiran para siswanya yang tercermin dari prilaku sehari-hari sesuai
dengan kurikullum 2013.
Selanjutnya, pendidikan sebaiknya
juga tidak hanya berupa teori saja, tetapi lebih menekankan pada pemahaman
praktis dilapangan dan kemampuan siswa untuk
memecahkan masalah yang terjadi dimasyarakat. Para siswa harus ditanamkan
pentingnya menuntut ilmu, karena manusia yang berilmu akan mampu mengangkat
derajat dirinya dan bangsanya. Seperti sabda Rasulullah SAW, “Allah akan
mengangkat derajat orang-orang yang berilmu”. Dengan demikian, diharapkan
Revolusi pendidikan di Indonesia akan melahirkan manusia-manusia yang
berkualitas SDM tinggi yang mampu
bersaing dengan negara manapun didunia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar