Selasa, 02 September 2014

Revolusi Pendidikan


Pendidikan merupakan proses pembelajaran  yang mana mengupayakan pentrasferan ilmu dari seorang guru kepada para siswa didiknya. Semenjak gaagasan dari  Bapak presiden SBY dan dilaksanakan sepenuhnya dibawah kementrian Pendidikan, perubahan kemajuan tahap demi tahap di bisang pendidikan senantiasa di upayakan. Pendidikan yang dulunya kurang menjadi perhatian kini mulai di minati, terbukti dengan meledaknya jumlah mahasiswa yang lebih memilih untuk mengambil jurusan keguruan karena dinilai memiliki pendapatan finansial yang lebih mapan. Selain itu, revolusi pendidikan indonesia terutama sistem pengajaran dan pembelajaran mulai diwujudkan dengan berbagai perubahan sistem dan manajemen dalam penerapannya.
Revolusi sebenarnya bermakna perubahan yang mendasar disuatu bidang. Kata ini tentu saja hampir mirip maknanya dengan kata evolusi. Perbedaan antara revolusi dan evolusi yakni revolusi berubah dengan lebih cepat. Lebih cepat disini bukan berarti dalam jangaukan menit atau jam, tetapi dalam kurun waktu beberapa tahun hingga beberapa puluh tahun. Sedangkan istilah evolusi  dimaknai perubahan hingga ribuan tahun bahkan jutaan tahun. Misalnya dalam istilah biologi evolusi manusia purba dari pithecanthropus Erectus menjadi manusia sesungguhnya (dalam hal ini penulis hanya memberi contoh istilah, bukan bermaksud membenarkan dengan teori Darwin ini).
Sedangkan istilah revolusi lebih sering didengar dalam sejarah manusia yang sumbernya  lebih bisa dipercaya. Misalnya revolusi diInggris dan revolusi di Amerika yang kemudian diikuti oleh negara-negara disekitarnya. Revolusi ini konon terjadi semenjak ditemukannya mesin uap yang notebene  menjadi awalnya pencetusan penemuan teknologi yang mana memiliki fungsi sebagai alat yang mempermudah urusan manusia. Semenjak itu, banyak orang di negara sekitar berlomba-lomba untuk menemukan alat-alat teknologi canggih, mulai dari telepon, radio,  televisi, mobil, kendraan bermotor, mesin-mesin, teknologi nuklir bahkan komputer yang merubah kehidupan masyarakat disekitarnya secara drastis. Penemuan-penemuan ini tentu saja mempengaruhi kemajuan bangsanya. Walaupun pernah kemudian persaingan antar negara berakhir dengan perperangan untuk menunjukkan seberapa besar kekuatan dan kecerdasan orang-orang di negara masing-masing, namun pada akhirnya semua pihak sadar bahwa dampak dari perperangan menyabkan terenggutnya nyawa banyak jiwa manusia dan kerusakan bangunan bahkan lingkungan akibat pengrusakan selama perperangan.
Zaman sekarang sudah tidak zaman lagi adu kekuatan dalam perperangan. Walaupun masih ada segelintir negara yang masih bersiteru. Namun, banyak negara lain lebih memutuskan untuk menjalin perdamaian dengan alasan kemanusiaan dan rindunya akan ketentraman. Namun bukan berarti antar negara bebas dari persaingan. Persaingan adu ‘otak’ mulai gencar didunia. Persaingan ini bukan mengenai kalah atau menang, tetapi seberapa hebat sebuah negara memajukkan dirinya. Walaupun pada dasarnya negara itu dikendalikan oleh seorang pemimpin yang dianggap paling berkuasa, tetapi tetap saja sumber daya manusia yang ada dinegara tersebutlah yang akan menentukan apakah negara itu akan maju, stagnan atau malah mundur.
Sumber daya manusia lagi-lagi disebut sebagai  yang menentukan kemajuan bangsa. Tetapi bagaimana cara meningkatkan sumber daya manusia terutama manusia dalam jumlah yang banyak di sebuah negara? Jawabannya pasti semua orang sepakat yakni PENDIDIKAN.
Pendidikan merupakan penyaluran ilmu dari beberapa orang guru yang terdiri dari beberapa bidang atau mata pelajaran kepada para muridnya. Dengan demikian, diharapkan para murid menguasai berbagai ilmu yang disalurkan oleh guru mereka sekaligus. Misalnya seorang guru fisika ahli dalam bidang fisika, kemudian guru kimia ahli dalam bidang kimia, guru ekonomi mahir dalam ilmu ekonomi, dan para guru lain ahli dalam bidangnya masing-masing, sehingga para murid yang belajar dari para guru tersebut diharapkan nantinya akan ahli dalam bidang fisika, kimia, biologi, matematika, ekonomi, geografi, sejarah dan ilmu lainnya sekaligus. Nah, dengan begini kualitas sumber daya manusia menjadi lebih terangkat, karena satu orang saja memahami berbagai cabang ilmu.
Namun sayangnya, proses pendalaman berbagai bidang ilmu itu memerlukan waktu yang lama. Bisa dikatakan sangat sulit sekali bagi semua siswa untuk mendalami semua bidang ilmu, karena para siswa akan memasuki kehidupan dimana dituntut untuk produktif (diusia sekitar angka 20 puluhan). Lagipula, pada usia ini, seseorang sudah mulai berpikir tentang masa depan seperti membangun keluarga dan mencari nafkah. Banyak juga alumni siswa SMA yang tidak melanjutkan pendidikan yang lebih khusus di universitas atas dasar kebutuhan untuk membantu orang tua mencari nafkah. Inilah yang menjadi persoalan yang wajib dipecahkan dalam revolusi pendidikan selanjutnya.
Selanjutnya, seperti yang diketahui bahwa cita-cita bangsa Indonesia sejak dahulu adalah menjadikan negara sejahtera, aman dan tentram. Kata ‘sejahtera’ dekat maknanya dengan perekonomian yang baik. Sedangkan ‘aman dan tentram’ lebih dekat maknanya dengan rendahnya angka kriminalitas disuatu wilayah tersebut. Walaupun banyak pendapat ahli yang mengatakan bahwa kriminalitas memilki hubungan yang erat terhadap kemiskinan (karena miskin terpaksa berbuat kejahatan kriminal seperti mencuri, merampok dll), itu berarti bahwa kesejahteraan juga mempengaruhi keamanan dan ketentraman.
Sekarang mari kita lihat sebuah negara yang dinobatkan sebagai negara yang paling rendah angka kriminalitasnya, yaitu negara Finlandia (terletak di Eropa Utara). Negara ini ternyata juga memiliki angka kualitas pendidikan yang termasuk salah satu terbaik dunia.  Negara ini juga termasuk dalam 10 besar negara paling sejahtera di dunia. Ini menujukkan bukti bahwa kualitas pendidikan memiliki peranan yang kuat terhadap kesejahteraan dan keamanan negrinya.
Namun, banyak kalangan skeptis yang mengatakan negara Finlandia dan negara lainnya (negara maju lainnya seperti singapura, jepang, korea, german, swedia, UK dan negara maju lainnya ) menjadi negara yang bisa maju karena jumlah penduduknya yang lebih sedikit (penduduk Finlandia sekitar 5 juta jiwa) dan wilayahnya yang lebih sempit ( jika dibandingakan dengan  Indonesia). Namun, kalangan skeptis menilai hal itu wajar karena jika dibandingkan dengan jumlah penduduk saja antara Indonesia dan Finlandia adalah 1:50 (jumlah penduduk Indonesia sekitar 250 juta jiwa).
Anggapan ini sebenarnya tidak bisa dijadikan landasan, karena Amerika Serikat juga memiliki penduduk yang banyak (lebih dari 300 juta jiwa) dan wilayah yang luas dari Indonesia, namun masih mampu membawa negaranya sebagai salah satu negara yang termaju didunia.  Bahkan RRC  yang memiliki penduduk terbanyak didunia (sekitar 1,3 milyar jiwa), juga hampir mendapat peringkat sebagai salah satu negara yang maju didunia. Padahal,  jumlah penduduk Cina 5 kali jauh lebih banyak dari penduduk Indonesia. Malahan, banyak negara paling miskin dan terbelakang di dunia memiliki jumlah penduduk dan wilayah yang lebih kecil jika dibandingkan Indonesia.
Jadi, sebenarnya apa yang mempengaruhi kemajuan suatu negara? Jawaban yang paling tepat tentu saja sumber daya manusia. Lalu, bagaimana seharusnya negara berupaya untuk meningkatkan sumber daya manusianya? Jawabannya tentu saja Pendidikan. Lagi-lagi pendidikan menjadi pondasi untuk mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia menuju sejahtera, aman dan tentram. Alasan mengapa sebuah negara harus menjadi negara aman dan tentram tentu saja karena alasan terhadap anggapan bahwa tiada gunanya rakyat sejahtera dengan harta yang berlimpah, namun merasa tidak tentram dan aman karena tingginya kriminalitas, setiap hari rakyat akan ketakutan untuk hidup dilingkungan masyarakat. Maka inilah yang menjadi tugas terberat dalam pendidikan Indonesia yaitu bagaimana menciptakan masyakat yang memiliki SDM berkualitas namun tetap menjunjung nilai keamanan dan ketentraman negaranya. Selain itu, pendidikan juga diharapkan mampu menanamkan nilai karakter baik dalam setiap alam pikiran para siswanya yang tercermin dari prilaku sehari-hari sesuai dengan kurikullum 2013.
Selanjutnya, pendidikan sebaiknya juga tidak hanya berupa teori saja, tetapi lebih menekankan pada pemahaman praktis dilapangan  dan kemampuan siswa untuk memecahkan masalah yang terjadi dimasyarakat. Para siswa harus ditanamkan pentingnya menuntut ilmu, karena manusia yang berilmu akan mampu mengangkat derajat dirinya dan bangsanya. Seperti sabda Rasulullah SAW, “Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang berilmu”. Dengan demikian, diharapkan Revolusi pendidikan di Indonesia akan melahirkan manusia-manusia yang berkualitas SDM  tinggi yang mampu bersaing dengan negara manapun didunia.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar