Selasa, 19 November 2013

Komitmen vs. Keinginan

Pernahkan anda mempunyai komitmen?

Pernahkan anda mempunyai keinginan?

Semua orang pasti pernah mempunyai keinginan, namun apakah semua orang mempunyai komitmen?

Makna dari kata komitmen dan keinginan diilustrasikan dengan contoh berikut:
1. Keinginan
    Anda mempuyai kelas di kampus atau mempunyai janji dengan seseorang. Tiba-tiba hujan turun deras, maka anda pun tidak menghadiri kelas tersebut atau mengirim pesan terhadap teman anda bahwa anda tidak jadi datang. Sekedar keinginan biasanya bisa ditepis oleh hambatan.

2. Komitmen
    Anda mempunyai kelas di kampus atau pelatihan di gedung tertentu, tetapi anda berkomitmen untuk belajar dan berkomitmen untuk menguasai ilmu tersebut. Namun, ketika anda hendak berangkat, tiba-tiba hujan turun deras, maka anda tetap berfikir bagaimana caranya tiba disana. Anda menelpon taksi atau meminta saudara/teman  mengantarkan anda kesana. Kalau pun tidak ada, anda memasang mantel hujan anda dan pergi kesana. Kalaupun mantel hujan tidak ada, anda akan mengambil payung anda sambil menunggu bis kemudian tiba disana, sekalipun payung tidak ada, anda akan meminjam payung tetangga. Begitu juga jika hujan deras terjadi saat anda ingin menjumpai sesorang, anda bagaimanapun akan terus mencari cara agar bertemu dengan orang tersebut. Namun, untuk situasi tertentu terkadang harus ada yang wajib anda pertimbangkan, yaitu dengan menunda komitmen anda tersebut, itu pun kalau situasi sangat mendesak, misalnya anda baru saja operasi di rumah sakit, sedangkan  keadaan anda masih kritis, disarankan tidak melaksanakan komitmen anda jika ingin bertemu seseorang. Pertemuan bisa ditunda atau meminta orang tersebut menemui anda.

Nah, sekarang anda coba fikirkan bersama pasangan anda, apakah anda mempunyai komitmen atau hanya sekedar keinginan untuk menjalani hubungan harmonis sampai usia menua, karena dalam hubungan pasti ada beberapa goncangan. Jika hanya keinginan, mungkin hubungan anda tak akan lama, sebaiknya anda sepakat untuk memiliki komitmen. Ketika perselisihan terjadi, kemudian anda dan pasangan ingat akan komitmen sebelumnya, maka anda akan segera mencari solusi atau salah satu berusaha mengalah, demi terciptanya komitmen hubungan harmonis sampai masa yang akan datang.

Selamat berkomitmen! Semoga tetap teguh bependirian.