Semua orang ingin merasakan kebahagian. Baik tua muda bahkan anak-anak sekalipun juga ingin merasakan kebahagian. Namun definisi kebahagiaan itu tidak bisa disamaratakan. Seorang anak bahagia jika dipeluk oleh ibunya. Seorang ayah merasa bahagia jika berhasil mendapatkan rezeki untuk menafkahi keluarganya. Seorang ibu merasa bahagia jika suami dan anak-anaknya sehat, juga sayang dan peduli padanya. Semua itu definisi bahagia dalam keluarga.
Kata bahagia hampir mirip maknanya dengan kata senang. Kata senang biasanya yang untuk hal baik yang diperoleh diluar hubungan keluarga. Misalnya seorang murid merasa senang jika mendapatkan hasil ulangan tinggi. Seorang altlet merasa senang jika ia menang pertandingan. Seorang karyawan merasa senang jika mendapatkan bonus dari perusahaannya. Seorang bos merasa senang jika hasil penjualan meningkat. Baik senang maupun bahagia selalu menjadi impian bagi setiap orang.
Namun, hidup itu tak pernah selau indah. Pengaruh emosi yang buruk juga menjadi rendahnya tingkat kebahagiaan atau kesenangan seseorang. Pengaruh lingkungan serta film juga mempengaruhi tingkat kebahagiaan tersebut. Misalnya rasa cemburu, iri, marah, buruk sangka, dengki menjadi penyakit hati yang mengurangi tingkat kebahagiaan. Sebagai contoh, anda berasal dari keluarga yang bahagia, tapi anda sedang putus cinta. Maka yang anda rasakan adalah tidak bahagia. Namun jika anda mempunyai hubungan cinta, tapi anda selalu cemburu buta, anda juga tidak akan merasa bahagia. Namun, beda halnya jika anda mempunyai hubungan cinta dan tidak diperlakukan baik dengan pasangan anda, anda sering mendapat perlakuan kasar, lalu anda putuskan hubungan cinta dengannya, setelah putus anda merasa tidak tertekan dan lebih bahagia.
Namun ada juga, pasangan yang hidup pas-pasan. Tidak cantik dan pasangannya tidak ganteng. Tapi saling mendukung dan perhatian. Tinggal di rumah kecil namun saling menghargai. Dan mereka merasa bahagia. Jadi tingkat kebahagian itu anda yang merasakan tergantung pengaruh lingkungan dan kejadian yang anda alami serta bahaimana cara anda menyikapinya.
Kata bahagia hampir mirip maknanya dengan kata senang. Kata senang biasanya yang untuk hal baik yang diperoleh diluar hubungan keluarga. Misalnya seorang murid merasa senang jika mendapatkan hasil ulangan tinggi. Seorang altlet merasa senang jika ia menang pertandingan. Seorang karyawan merasa senang jika mendapatkan bonus dari perusahaannya. Seorang bos merasa senang jika hasil penjualan meningkat. Baik senang maupun bahagia selalu menjadi impian bagi setiap orang.
Namun, hidup itu tak pernah selau indah. Pengaruh emosi yang buruk juga menjadi rendahnya tingkat kebahagiaan atau kesenangan seseorang. Pengaruh lingkungan serta film juga mempengaruhi tingkat kebahagiaan tersebut. Misalnya rasa cemburu, iri, marah, buruk sangka, dengki menjadi penyakit hati yang mengurangi tingkat kebahagiaan. Sebagai contoh, anda berasal dari keluarga yang bahagia, tapi anda sedang putus cinta. Maka yang anda rasakan adalah tidak bahagia. Namun jika anda mempunyai hubungan cinta, tapi anda selalu cemburu buta, anda juga tidak akan merasa bahagia. Namun, beda halnya jika anda mempunyai hubungan cinta dan tidak diperlakukan baik dengan pasangan anda, anda sering mendapat perlakuan kasar, lalu anda putuskan hubungan cinta dengannya, setelah putus anda merasa tidak tertekan dan lebih bahagia.
Namun ada juga, pasangan yang hidup pas-pasan. Tidak cantik dan pasangannya tidak ganteng. Tapi saling mendukung dan perhatian. Tinggal di rumah kecil namun saling menghargai. Dan mereka merasa bahagia. Jadi tingkat kebahagian itu anda yang merasakan tergantung pengaruh lingkungan dan kejadian yang anda alami serta bahaimana cara anda menyikapinya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar